Hukum dasar kejahatan adalah jangan bergerak dalam jumlah besar. Kalau rapat, berkumpullah dalam jumlah dan sel yang kecil.
Mereka menyebut ini bukan rapat, melainkan arisan. Lebih lokal, lebih organik. Seto datang paling akhir dalam arisan rutin Sabtu sore itu.
Senior yang sangat dihormati dan biasa dipanggil Pak Lik, setelah berceramah ke sana kemari sebagaimana biasanya, sampailah matanya tertumbuk pada Seto. Maklum, pekan lalu Seto mendapat tugas mengumpulkan antologi kiat-kiat bagaimana berdebat dengan musuh-musuh mereka di media sosial. Terutama, materi untuk berkelahi di kolom komentar.
Wajah Seto tampak tegang dan tidak menampakkan raut ceria sama sekali. Setelah memohon maaf kepada peserta arisan yang semuanya adalah pembajak, ia pun mengeluarkan buku berwarna hijau yang diterbitkan CirCa. Judulnya, Seni Berdebat. Karya orang asing.
Seto mendorong buku itu di depannya. Tidak membukanya.
“Saya kira membantu, ternyata enggak sama sekali. Materi mendebat musuh kita blas nggak dibahas,” kata Seto jengkel.
Pak Lik meminta buku Seni Berdebat itu. Laiknya senior dalam dunia perniagaan buku, ia langsung ke kolofon dan halaman daftar isi.
“Pantas saja, ini buku terjemahan. Ini filsafat. Filsafat nggak mengurusi soal pembajakan buku,” ujar Pak Lik.
“Buku seni-seni yang lain juga,” sahut Pak Joko yang ada di pojok. Yang dimaksud Pak Joko adalah berjubelnya buku-buku berjudul “seni” di pasar. Seni begini, seni begitu. Macam-macam.
“Sudah, jangan salahkan buku-buku itu. Kalau memang tidak punya cara, ya, diam saja. Biar saja orang-orang itu mengampanyekan kejelekan kita. Oh, ya, Seto, saya pinjam buku yang kau bawa ini. Buku seperti ini bagusnya bukan untuk dibaca, bukan juga untuk dicerca, tetapi dibajak sisan. Kalau sudah saya sken, saya kembalikan,” kata Pak Lik.
Setelah salat Magrib berjemaah, arisan para pembajak itu pun bubar. Pak Lik, setelah menghidupkan Alphard hitam-nya, lalu memutar MP3 murattal. Sepanjang jalan menuju rumahnya ia habiskan untuk berzikir kepada Tuhan.*
Sumber Ilustrasi: Kreasi Google Gemini
Serial #AkuPembajak