Terang-Gelap Masjid Salman ITB

Ketika hari ini masjid-masjid kampus dan kegiatan kerohanian marak dikerubuti anak-anak muda; ketika berangkat ke masjid sama kerennya dengan ke kafe/diskotek; ketika berjilbab sama bergayanya dengan memakai pakaian yang serbamini, mula-mula berterimakasihlah kepada Masjid Salman…

Garuda (Memang) “Kafir”

  Dari Kota Semarang, garuda dikafirkan oleh poster yang beredar di lingkup akademia Universitas Diponegoro (Undip). Saya pastikan, para pembikinnya terkena sanksi berat dari kampus seakan mereka adalah pelaku-pelaku makar pengguling kuasa negara.  Tidak hanya…

Jokowi Gebuk Kuminis, Keciprat Muka Umat

Ketika Presiden Jokowi mengeluarkan diksi “gebuk” untuk orang kuminis sepekan sebelum Ramadan, “umat” bersorak. Ini “kemenangan” kesekian umat atas berbagai isu politik nasional setelah memenangkan kepemimpinan Jakarta yang “diridai” Allah Swt. Menurut evaluasi internal partai pengusung Presiden…

Harikatha, Jalan Kembali ke Buku

Di Hari Buku Nasional, 17 Mei, atau bertepatan dengan hari ulang tahun Perpustakaan Nasional, izinkan saya menekankan kembali bahwa nuklea perpustakaan itu adalah buku; bukan bangku, bukan meja, bukan rak, apalagi AC. Tak ada buku,…

Budaya Menulis di Jalan Dakwah (Dalam 34 Tweet)

Mahasiswa adalah kelompok terpelajar yang dalam mengemukakan setiap gagasannya dilakukan secara runut, logis, dengan bahasa yang baik. Tiap semester hingga akhir perkuliahan, menulis paper/makalah menjadi jalan yang tak bisa dihindari. Mestinya, “pembiasaan” ini bisa melahirkan…

Yu Otim Sang Pengantin

Sampai juga akhirnya. Khotimatul Khasanah–Filsuf Kaki Lima Sholahuddiningrat memopulerkan penyebutan Yu Otim–naik pelaminan. Yu Otim memilih 22 April sebagai “hari bahagianya” tentu tak berlangsung begitu saja. Namun, hari itu atau satu dan sehari setelah hari…

Tempat Pembuangan Akhir Buku

“Setelah buku diretur toko buku besar, ke mana pembuangannya? Ke Raja Murah, Yusuf Agency, pameran buku. Sudah, itu saja” ~ Adhe, founder Octopus dan Dewan Pendiri Kampung Buku Jogja Jika Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jogja…

Pribumi dan Watak Kolonial

“Lebih membosankan adalah mengamati yang tidak membutuhkan sesuatu jalan menjangkarkan akar tunggang pada bumi dan tumbuh jadi pohon” (Minke dalam Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 1980) Kata pribumi kembali pasang mengikuti sebuah demonstrasi suatu…

Tak Ada Pram di Semarang

Pramoedya Ananta Toer (1925-2006) adalah sastrawan yang komplet. Ia adalah penulis yang prolifik, tapi sekaligus periset tangguh dan pendokumentasi yang tekun. Ia adalah pengarang yang introvert, tapi sekaligus komunal. Ia si penyendiri yang berbahaya. Penjara…