Babad Garuda dan Kutukan Seribu Tahun

:: gus muh Garuda sebagai simbol dalam ketatanegaraan di Nusantara sudah berlangsung nyaris seribuan tahun. Tarikh itu bisa diulur hingga ke masa Dharmawangsa Teguh di Kerajaan Medang, Jawa Timur. Oleh Henri Chambert-Loir (2009) era ini…

Politik Budaya di Paras Garuda Wisnu Kencana

:: gus muh Pembangunan monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Jimbaran, Bali adalah potret bagaimana kebudayaan diposisikan dalam konteks membaca Indonesia sebagai bangsa. Dimulai pada Juni 1997, patung Garuda Wisnu Kencana dan taman…

Dokumentasi Sastra Yogyakarta

:: gus muh Ketika Mustofa W Hasyim di awal Mei di KR Minggu bertanya ke mana puisi Yogyakarta, sesungguhnya ia sedang bertanya dan mempersoalkan krisis laten dokumentasi sastra. Pertanyaan MWH adalah pertanyaan di mana kuburan…

Menonton (Ironi) Maritim

:: gus muh ART|JOG|13 yang dihelat secara besar-besar di Yogyakarta 6-20 Juli 2013 melengkapi buramnya kronik maritim 2013. Hingga Juni 2013, dari 65 file peristiwa dan artikel maritim yang Warung Arsip kumpulkan, 90 persen kabar…

Kepemimpinan Maritim

:: gus muh Pada Januari 2012, kapal pesiar mewah Costa Concordia tenggelam di Pulau Giglio, Italia akibat menabrak karang. Kapal itu terjungkat sebelum pesta makan malam berakhir di lima restoran dan 13 klub malam sedang…

Ironi Negeri Maritim

::gus muh  Rangga Lawe, pendekar pesisir terbaik pelabuhan Tuban, akhirnya mati di air tawar pedalaman Jawa (Sungai Tambakberas). Kematian yang dramatis pada 1295 itu diinformasikan Kitab Pararaton dan didedah secara detail Kidung Rangga Lawe.  …

Persamuhan (Buku) Sastra Jogja

::gus muh  Persamuhan adalah pertemuan, perbincangan, dan sekaligus peristiwa kultural dalam sistem berkomunikasi sebuah komunitas. Persamuhan bisa pula dianggap sebagai refleksi bersama tentang suatu hal dalam sebuah ruang dan waktu secara bersamaan. Keserentakan komunikasi dalam…

Detektif Arsip

::gus muh  Sudah satu dekade lebih abad alaf berlari di waktu-publik Indonesia. Tentu saja kereta waktu itu membawa sampah sosial-politik dan sekaligus inovasi peradaban.   Di antara muatan itu, tak ada peristiwa arsip yang paling…

Film Indonesia Minus Kiri

::gus muh  Budiarto Danujaya menyumbang artikel “Hari-Hari yang Paling Riuh” di buku yang dieditori Haris Jauhari, Layar Perak 90 Tahun Bioskop di Indonesia (1992: 66-84). Di akhir tulisannya ia menyimpulkan: periode 1962-1965 sungguh masa-masa yang…

Balai Pustaka Harus Mati!

::gus muh Barangkali, 2013 adalah tahun sekarat Balai Pustaka (BP). Bukan hanya kali ini saja, BP dinyatakan sakit, koma, dan kemudian bangkit lagi. Di masa kolonial BP menjadi pemain tunggal penerbit, percetakan, dan distributor buku…