Puisi dan Penyair Yogyakarta (3): Semangat dan Pergeseran Ruang
Ada keluh. Ada airmata. Ada keterasingan. Dan, limpahan-limpahan derita itu bekerja beririsan dengan gempuran pembangunan infrastruktur yang menggila dalam kota yang menjual dirinya habis-habisan, setandas-tandasnya. Seusai kota digempur bencana, penyair menulis ini: “sedang dijual sebuah…