Politik Angkatan 45

Secara jujur Ketua Lembaga Sastra Indonesia (Lestra/LEKRA) Bakri Siregar (1980: 39) mengakui bahwa penemu label “Angkatan 45” adalah Rosihan Anwar. Label yang ditemukan jurnalis Pedoman pada Januari 1948 itu merujuk pada seniman-sasterawan yang terhimpun dalam…

Foto dan Proklamasi

Jika foto adalah bukti autentik sebuah kehadiran (present) dalam sebuah peristiwa sejarah yang penting, maka foto adalah sebuah kekuatan legitimasi. Hanya dengan bukti selembar foto, keraguan tentang kehadiran bisa ditepis. Foto, walau hanya selembar dua…

Elegi Assaat

“Hukum Tatanegara Republik Indonesia oleh Mr. Assaat. Dipakai disekolah2 landjutan, amat disukai oleh mahasiswa2 Perguruan Tinggi Hukum. Siapa ta’ kenal Mr Assaat? Bekas Ketua Parlemen Republik Indonesia (K.N.I.P.), bekas Acting Presiden R.I. dan bekas Menteri…

Merdeka 69

Tahun 2014 kemerdekaan Indonesia yang diperingati tiap Agustus ganjil berusia 69 tahun. Angka 69 kerap diartikan sebagai sebuah formasi bercinta/kawin yang menjadi musabab terjadinya kelahiran. Urusan kawin ini mungkin masalah sepele, terutama bagi Sukarno. Namun…

Pelras dan Kesepian Narasi Bugis

Dalam pungkas hayatnya, 19 Juli, Christian Pelras mangkat dalam kesunyian akut. Ketika imaji Indonesia di media daring/cetak dan media sosial semua-muanya tersedot dalam lubang hiruk-pikuk politik, ada satu peneliti dan penulis par excellence yang berjalan…

Kapitan Perahu

Pidato pertama Presiden Terpilih Joko Widodo disampaikan di atas “Pinisi” di Dermaga IX Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, sesaat setelah KPU menetapkannya sebagai Presiden RI masa jabatan 2014-2019.  Memilih tempat pidato perdana di geladak perahu…

Warga dan Dokumentasi

SUDAH terlalu sering kita dengar tudingan bahwa warga dan komunitas masyarakat memiliki nilai rendah dalam soal perhatian terhadap arsip dan dokumen. Sudah begitu jamak—komplementer dengan dakwaan soal minat baca—warga menjadi objek tentang minat arsip/dokumentasi dalam…

Ilusi Koalisi Permanen

JIKA Prabowo Subianto mampu merealisasikan praktik politik “koalisi permanen” yang dideklarasikannya bersama PKS, PAN, Gerindra, Golkar, PPP, dan PBB, maka ia menjadi suksesor terbesar dalam sejarah politik nasional. Bahkan bisa dipastikan ia figur lebih besar…

Jokowi Menang di Kampung Saya

Keluarga batih saya tinggal di empat kampung, empat kecamatan, empat kabupaten, empat provinsi. Dan di semua sebaran itu, dimenangkan sepenuh-penuhnya oleh kandidat Joko Widodo dan Jusuf Kalla dengan angka yang meyakinkan.  Ibu saya tinggal di…